Lindap
Aku ingin berlama-lama berbincang denganmu tentang apa saja yang mungkin bisa membuat pertemuan ini lebih lama meski tahu semua itu mustahil.
Aku bukan rumah yang selalu bisa membuatmu ingin kembali sejauh apapun pergi.
Bukan pula impian-impian yang ingin segera kamu wujudkan.
Lalu untuk apa segala macam kata rindu yang kamu sampaikan?
Berat sekali rasanya untuk tetap tersenyum padamu seolah semua baik-baik saja.
Aku ingin sekali menangis di pelukmu dan berceracau tentang banyaknya kecewa karena kita tak mungin bersama.
Tapi aku tak pernah bisa.
Air mata hanya menggenang di ujung pelupuk dan suaraku hanya menggema di dalam hati dan tercekat di sana.
Namun seperti selalu hanya senyum tipis bibirku yang kulihat pada tajam matamu.
Entah seperti apa rautku yang terpatri di benakmu.
Jakarta,
30 April 2021
Komentar
Posting Komentar