"Kerudung Merah Kirmizi": Novel Sastra Indonesia karya Remy Sylado Tentang Stigma dan Gejolak Orde Baru



Lika-liku hidup wanita bernama Myrna, seorang janda dari pilot bernama Andriono yang mengalami kecelakaan. Sudah jatuh tertimpa tangga begitu yang mungkin cocok menggambarkan hidupnya. Sebagai seorang istri pilot ditahun 90 an hidupnya terjamin, serba berkecukupan. Seharusnya dengan sepeninggalnya suaminya akibat kecelakaan pesawat tidak membuat Myrna kesulitan membesarkan dua anaknya yang masih sekolah, Kartika dan Satria. 

Namun hidup memang sulit ditebak, rumah yang mereka beli dengan legal dan  ditempati selama umur pernikahan Myrna dan suami tiba-tiba menjadi hak milik orang lain. Perjuangan melalui persidangan pun tak membawa hasil, rumah tua bergaya Belanda itu akhirnya diputuskan pengadilan menjadi milik negara. Nantinya Myrna akan mengetahui bahwa rumah mereka ditempati oleh pejabat negara. 

Hidup harus berjalan, Myrna bekerja sebagai penyanyi di salah satu cafe di Jakarta. Lengkap sudah stigma yang melekat pada diri Myrna seorang janda yang berprofesi sebagai penyanyi. Myrna pun paham bagaimana masyarakat di sekitarnya mendeskripsikan dan mengkonotasikan 'janda' dalam perpektif wanita pendosa yang harus diwaspadai ditambah profesinya sebagai penyanyi yang melengkapi stigma tersebut.

Melalui profesinya inilah Myrna menemukan keberanian untuk jatuh cinta lagi dan merajut rumah tangga. Namun malang kembali tidak dapat ditolak. Profesor Luc Sondak seorang duda beranak satu, tokoh akademisi dan menetap di Bali. Pertemuan Myrna dan Luc membawa kelindan masa lalu dan polemik tentang mafia tanah dan property yang dilindungi oleh seorang pejabat kepolisian.

Kisah cinta Myrna dan Luc tidak berlangsung mulus, seorang pebisnis yang kerap dipanggil Om Sam bersama keponakannya bernama Dela membuat hubungan mereka mengalami banyak gejolak. Dimulai dengan ketertarikan Om Sam untuk menguasai tanah Luc di Bali yang dia percaya menyimpan harta karun jaman penjajahan Jepang. 

Berbagai upaya untuk membuat Luc menyerahkan tanah tersebut tetapi putrinya bernama Laksmi tidak setuju dan merasa ragu. Akhirnya Om SAM bertindak gegabah dan berniat menghabisi Luc. Saat Luc tertembak oleh suruhan Om Sam dan di selamatkan oleh Emha, yang merupakan buronan polisi atas kasus provokasi pada demo yang menentang bisnis Om Sam yang tidak sesuai aturan dan merugikan rakyat kecil. 

Emha seorang aktivis yang dipersekusi dan dituduh dengan berbagai tuduhan yang tidak masuk akal oleh Om Sam dan kroninya. Kabur dari pengawasan polisi yang membawanya untuk dibunuh walaupun laporan kepolisisan menyebutkan dia dipindah lapas. Luc dinyatakan hilang. Myrna yang terlanjur datang ke Bali kecewa dan memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

Demi mencari ayahnya Laksmi memanggil kekasihnya datang ke Bali, seorang wartawan lingkungan dari Yogyakarta bernama Bujel yang tak lain adalah adik Dela. Artinya Bujel juga keponakan Om Sam. Setelah berembuk dengan Laksmi, Bujel kembali ke Jakarta untuk mencari kakaknya yang sudah lama tidak dapat dihubungi sekaligus mengabarkan kepada Myrna bahwa Luc masih hidup.

Lewat Bujel seluruh drama Om Sam dalam menjalankan bisnis haramnya mulai terkuak. Saat berusaha mencari Myrna, dia bertemu dengan Winata, perwira polisi yang saat ini menjalin hubungan dengan Myrna dan sedang mengintai Om Sam sebagai pelaku kejahatan atas pembunuhan Dela.

Informasi tersebut didapat Winata dari Nia, sekretaris Om Sam. Nia terketuk hatinya setelah mengetahui secara sembunyi-sembunyi bosnya menghabisi nyawa Dela keponakan sekaligus simpanannya dan Bu Purwo mantan istri om Sam. 

Bu purwo adalah mantan pemilik kontrakan yang sempat Myrna tinggali bersama anak-anaknya dan terpaksa pindah karena Bu Purwo menyebarkan gosip bahwa Myrna seorang wanita tuna susila. Gosip itu merusak mental anak-anak Myrna dan berpengaruh juga pada hubungan Myrna dengan anak perempuannya.

Kejutan kejahatan dari Om Sam ternyata tidak hanya pada perampasan hak milik orang lain atau bisnis kotor menjatuhkan lawan bisnisnya bahkan dia tak ragu untuk membunuh siapapun yang menghalanginya. Tetapi juga pada kesediannya untuk secara sukarela menyerahkan dirinya sebagai pemuas nafsu seorang laki-laki ahli pembuat bom bernama Martinus yang juga penyuka sesama jenis. Om Sam bersedia melakukannya dengan imbalan bahwa bom itu akan meledakkan beberapa titik lapas untuk mengelabui publik bahwa itu adalah terorisme. Sedangkan target utamanya tidak laiin hanya untuk membungkam Emha. 

Melalui informasi yang Bujel kumpulkan Winata dapat bergerak lebih leluasa dan taktis. Segera dia menjemput Emha dari Bali dan mengatur skenario penangkapan Om Sam. Sekaligus menjerat atasannya yang dia sebut SSS yang tak lain adalah adik kandung dari Om Sam. SSS pada akhirnya juga harus mati di tangan kakaknya sendiri yang selama ini dia lindungi.

Lalu bagaiamana dengan kisah cinta Myrna dan Luc? Tepat sehari sebelum akad nikah antara Myrna dan Winata, Luc datang bersama Laksmi dengan menggenggam kerudung merah kirmizi milik Myrna yang dia berikan ke Luc. 

Pada siapa akhirnya Myrna melabuhkan hati dan hidupnya? 

Apakah Martinus tertangkap? 

"Kamu tahu kirmizi itu adalah merah kotor, tapi kamu dapat menyaksikan mukjizat melalui orang lain yang memberimu cinta, yang mengingatkan kamu betapa besar cinta itu dapat mengubahnya menjadi bersih seputih salju."

Novel ini mungkin terdengar seperti drama cinta biasa yang banyak konflik dari arah tak terduga, tetapi sudut pandang atas konflik lebih banyak mencerminkan bagaiamna gejolak masyarakat yang tahun-tahun di era Orde baru.

Ini adalah novel ketiga karya Remy Sylado yang kubaca. Ketiga-tiganya memberikan perspektif yang berbeda dan memberikan pengayaan diksi yang menambah wawasan. Kemampuan Remy dalam memilih diksi sesuai dengan plot novel itu berada, menyisipkan konotasi maupun serapan dari bahasa lain, sesuatu yang membuatku merasa tidak sia-sia membaca karyanya. Selalu ada pemahaman baru, kosa kata baru bahkan kadang judul lagu baru yang bernada indah. Seperti yang kita kenal Remy juga seorang musisi.

Lyric lagu dari Judy Collins berjudul Amazing Grace menutup novel ini.

 Amazing grace, how sweet the sound 

That saved a wretch like me 

I once was lost, but now I am found 

Was blind, but now I see

Ini lagu yang baru kutahu dan kudengarkan juga pada saat selesai membaca novel ini. Gimana? ada #rekanbaca yang tertarik juga untuk membaca? atau sudah ada yang pernah membaca juga?  jangan sungkan tulis di kolom komentar ya.. atau kunjungi instagramku di @yusixka. Sampai jumpa di #bacaansixka selanjutnya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Laut Bercerita": Harga yang Harus Dibayar untuk Menikmati Demokrasi

Lindap