Bagaimana semua bermula?
Entah bagaimana semua bermula.
Ada kamu dan aku yang tak pernah bisa bertemu tapi saling menyimpan rindu.
Saling mengintip media sosial secara diam-diam.
Bertanya-tanya jika tak ada kabar terbaru yang muncul di sana.
Bimbang apakah harus memulai mengirim pesan lebih dulu tetapi kemudian memutuskan menunggu.
Entah sejak kapan menjadi kebiasaan, saat luang tidak lagi sibuk melihat kabar dunia, karena halaman media sosialnya adalah berita utama.
Entah seperti apa akhirnya jika segala rindu hanya mampu menunggu, sedang keragu-raguan menjadi penghalang yang lebih tebal dari jauhnya jarak dan terbatasnya waktu.
Entah bagaimana caranya semesta mengatur raguku dan ragumu hingga menunggu menjadi syahdu dari menuntaskan rindu.
Sidoarjo, 2 Oktober 2020
Komentar
Posting Komentar