Sewaktu dulu
Pada Suatu waktu hatiku pernah berusaha untuk tidak lagi peduli.
Menekan semua rindu yang tak tersampaikan.
Memintal kekuatan pura-pura lupa dan tidak lagi mengenang.
Perkiraanku, kau pasti pernah dirindukan jauh lebih hebat dari ini, yang rindunya jauh lebih besar.
Karenanya, bagimu rinduku tidak ada apa-apanya.
Aku tak berharap suatu saat kamu akan berganti merasakannya, menanggung perasaan yang membuat hatimu riang sekaligus merasa malang.
Menahan kata rindu meski sudah di ujung kalimat yang hampir terucapkan.
Aku tak ingin kamu tahu setiap coretan ceritaku adalah gambaran luka yang setiap kali mengenangmu luka itu menganga.
Aku ingin kamu tetap menganggap segala yang kuceritakan adalah tentang orang lain dan bukan tentang kamu.
Aku lebih suka kamu berkata membesarkan hatiku bahwa hanya orang bodoh yang tak membalas rinduku, dan tak menyadari bahwa itu kamu.
Bukankah ini sandiwara yang teramat istimewa?
Pada akhirnya setiap episode bertemu denganmu menambah rasa percaya bahwa beginilah yang terbaik adanya.
Komentar
Posting Komentar