Mengintip "Catatan para perawat ingatan dalam Syak Merah Jambu"

instagram post @yusixka #bacaansixka
Judul buku:  Syak Merah Jambu 

Penulis: Vika Aditya, Galuh Sitra, Geriel Farah, Gusti Hasta, Irza Khurun'in, Susi  Haryani, Endro Gusmoro

ISBN: 978-602-5604-09-6

Buku kumpulan puisi dan cerpen dari enam penulis yang menamakan diri mereka “Nyincing Daster Club”. 







Namanya cukup unik, jika diartikan “Nyincing” berasal dari bahasa Jawa yang hampir sedpadan artinya dengan Menyingsingkan, mengangkat sedikit sedangkan “daster” adalah jenis baju yang umum dipakai oleh wanita. Sewajarnya dengan nama yang mereka pilih maka penulisnya sekumpulan para wanita namun nyatanya “NDC” beranggotakan lima wanita dan seorang pria.

   








Kisah-kisah yang mereka tuturkan dalam buku ini banyak mewakili perjalanan cinta manusia seiring waktu bertumbuh dan menjalani kehidupan dewasa. Memaknai perasaan cinta monyet yang unyu-unyu, perjalanan duka melewati patah hati dan kecewa juga keluh kesah penyesalan beberapa kisah cinta yang tak pernah tersampaikan.

Diterbitkan Pada tahun 2018 oleh pataba press dan didistrisbusikan oleh NDC, buku setebal 360 halaman ini dapat menjadi alternatif utuk pembaca yang menyukai puisi nuansa romantis namun dengan berbagai karakter yang berbeda dari ke enam penulisnya.
   
Tidak hanya puisi, beberapa cerpen pun terasa cukup unik. Menurutku tutur bahasa yang dipakai sangat nyaman. Namun, dikarenakan tema yang diangkat lebih kepada problematika percintaan manusia dewasa terdapat beberapa kisah yang memeng menyorot kepada permasalahan yang lebih serius seperti cinta spiritualitas antara hamba dan Tuhannya, bahkan terdapat bagian dengan tema khusus dengan romantisme yang lebih matang. Jadi, tidak disarankan untuk dibaca oleh remaja.

Yang paling menarik dari buku ini menurut saya adalah kombinasi tutur berkisah berbagai karakter penulis mengulas satu tema yang sama sehingga kita bisa mendapatkan perspektif yang berbeda.

Pertama kali yang membuat tertarik untuk membeli buku ini karena melihat video pembacaan salah satu puisi dalam buku oleh penulisnya sendiri, Susi Haryani di explore feed  instagram.  Puisi berjudul Kepada Pemilik Pertanyaan "Kamu Kangen, Ya" langsung menyentuh hatiku. 
Aku tidak ingin kau mengira surat ini sungguh untukmu, 
karena aku ingin sekali bercerita betapa aku sangat menyukaimu dengan bibirku sendiri sembari menatap sepasang mata kamu  
Susi Haryani, hal. 278
Kemudian saat buku ini sudah di tangan, nuansa baru terasa. Karakter puisi mbak Susi yang mellow sangat kontras dengan tulisan penulis lain yang terkesan berani. Dan editing dan tata letak yang sangat baik meramu tulisan mereka menjadi sangat apik dan segar.
Dua bagian bertema "1998" dan "Tiga Hal Bodoh Yang paling Kusesali" adalah bagian favoritku. 

Teman-teman yang tertarik membaca mungkin akan kesulitan menemukan buku ini kembali karena sepertinya sudah tidak cetak. Namun boleh dicoba untuk menghubungi Nyincing Daster Club di akun instagram mereka. Barangkali akan ada cetak ulang.

Sekian dulu reviu #bacaansixka 😊 kali ini. Semoga tidak mager untuk reviu buku yang lain lagi. Atau jika teman-teman ada info buku menarik bisa juga yuk saling tukar informasi. Boleh leave komentar atau DM di instagram aku @yusixka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kerudung Merah Kirmizi": Novel Sastra Indonesia karya Remy Sylado Tentang Stigma dan Gejolak Orde Baru

"Laut Bercerita": Harga yang Harus Dibayar untuk Menikmati Demokrasi

Lindap