Novel pertama dari Serial Aksi Novel Tereliye: Konsultan Keuangan sekaligus Petarung Tangguh

 



Nama: Thomas

Pekerjaan: konsultan keuangan profesional

Hobi: bertarung di klub petarung

Keluarga: ahli waris keluarga pemilik bank terkenal yang bangkrut

Lahir dari keluarga pebisnis handal, Thomas kecil kehilangan orang tuanya karena tragedi kegagalan bisnis keluarga akibat pengkhianatan rekan bisnis keluarga. Thomas kecil tumbuh dengan membenci segala bentuk ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan perbuatan korupsi yang merajalela.

Menempuh pendidikan di bidang ekonomi dan memulai karirnya yang cemerlang sebagai konsultan keuangan paling dicari dengan bayaran yang mahal. Thomas sering menjadi pembicara pada berbagai seminar ekonomi tingkat dunia dan disewa mahal untuk memberikan berbagai solusi atas berbagai masalah ekonomi yang dihadapi oleh perusahaan top dunia. Bahkan Thomas pernah disewa oleh politikus untuk membuat personal branding tersendiri menghadapi krisis politik.

Ahli membuat rekayasa untuk mengubah skenario berbagai hal terkait politik maupun ekonomi pada akhirnya membawa Thomas berhadapan pada sebuah keadaan yang bersinggungan dengan para penguasa shadow economy, penguasa peta perekonomian yang sebenarnya. Beberapa konflik terasa sangat familiar dengan berbagai peristiwa sosial kemasyarakatan yang kita lihat sehari-hari. Bagaimana jahatnya para penjahat dan mafia ini bekerja untuk memenuhi kepentingan mereka dan mengorbankan kaum yang tidak mengerti apa-apa dan tidak segan-segan menjadi musuh tersembunyi bagi kolega bahkan pendukung mereka.

 Alur yang naik turun dan tidak terduga serta adegan-adegan perkelahian Thomas di atas kapal pesiar membuat novel ini sangat menarik. Selain dipenuhi dengan berbagai informasi tentang istilah-istilah ekonomi yang  jarang kita dengar, novel ini memberi kita banyak pemahaman baru. “Negeri Para Bedebah merupakan seri pertama dari 3 buku bertema serupa dengan Thomas sebagai tokoh utama, Novel kedua berjudul “Negeri Di ujung Tanduk” dan novel Ketiga “Bedebah di Ujung Tanduk”.



Intinya novel ini seru banget. #rekanbaca pasti tidak bosan dibuatnya, alurnya ringkas dan cepat berpindah dari menegangkan ke situasi konyol. Dan yang bikin suka bumbu cinta-cintaanya dikit banget hehehe.. Sebagai penggemar berat Tereliye, novel ini jauh dari ke-menye-menye-an. dan memang sebenarnya itu adalah ciri khas penulis. JAngan Terkecoh dengan potongan-potongan Quote yang romantis itu.
Kalau #rekanbaca punya insight yang berbeda jangan sungkan tulis di kolom komentar ya.. atau kunjungi instagram saya di @yusixka. Sampai jumpa di #bacaansixka selanjutnya


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kerudung Merah Kirmizi": Novel Sastra Indonesia karya Remy Sylado Tentang Stigma dan Gejolak Orde Baru

"Laut Bercerita": Harga yang Harus Dibayar untuk Menikmati Demokrasi

Lindap